Selasa, 25 Juni 2013

macam-macam ikan asin dan ikan asap kota rembang

rembang

Bangsa besar merupakan bangsa yang kaya akan perbedaan namun harmonis, acapkali bisa selaras ketika mengarungi perjalanan menuju kedamaian. Macam keragaman yang ada tak pernah menjadi sebuah hambatan apalagi menjadi jurang pemisah untuk menghadirkan rasa keadilan yang seragam, yang tidak pandang bulu bagi masyarakatnya, idealnya begitu.
Bangsa ini mengenal ikan asin, mengenal pengawetan ikan untuk menjadi santapan yang dikenal sebagai simbol kesederhanaan. Mumi ikan bukan mumi kesombongan, bukan mumi para pembesar komunis dunia apalagi sosok yang mengkalim dirinya Tuhan, Fir’aun. Ikan asin, ikan pengusung persamaan, egaliter. Sesama ikan kiranya tidak saling serang, sebab dalam bangsa dengan kolam yang luas ini baik ikan kecil maupun ikan besar tetap dapat diasinkan. Junjunglah kebersamaan, agar langit tetap indah berpelangi.
Kita tahu, ikan asin memiliki keanekargaman, dari ikan gabus, sepat, japuh, peda, tuna dan masih banyak lagi. Pluralisme ikan asin ketika menyadari walaupun begitu banyak perbedaan ikan-nya, rasanya tetap satu jua Asin! Diferensiasi budaya, suku, profesi dan latar belakang dimata bangsa ini tetap memiliki hak dan kewajiban yang sama, menjunjung tinggi persamaan diantara perbedaan yang ada. Bhinneka Tunggal Ika, sekali lagi tengoklah ikan asin yang di mana orang berusaha mencari di terjang ombak dan angin hanya untuk mencari ikan dan bisa kita nikmati kita bersama sehingga kita bisa mengelo

ikan asin

Ikan asin adalah bahan makanan yang terbuat dari daging

ikan yang diawetkan dengan menambahkan banyak garam. Dengan metode pengawetan ini daging ikan yang biasanya membusuk dalam waktu singkat dapat disimpan di suhu kamar untuk jangka waktu berbulan-bulan, walaupun biasanya harus ditutup rapat
Selain itu daging ikan yang diasinkan akan bertahan lebih lama dan terhindar dari kerusakan fisik akibat infestasi serangga, ulat lalat dan beberapa jasad renik perusak lainnya.

 ikan asap
Ikan asap adalah ikan yang diawetkan dengan pengasapan.tongkol biasa diasap untuk membuat sate tongkol, dan beberapa spesies ikan seperti, tongkol, tenggiri,dorang, kakap dan gabus juga biasa diasap panas. Ikan asap banyak ditemukan dalam masakan Rusia, Yahudi, Indonesia, dan Skandinavia, begitupun dari Eropa Timur dan Tengah




Selasa, 27 Maret 2012

rujak kuah petis khas kragan

Bahan-Bahan
Rujak Kuah petis khas kragan adalah kombinasi dari beberapa buah-buahan segar yang hampir mirip dengan rujak manis atau rujak gula. Contoh buah yang digunakan mirip dengan rujak gula seperti bengkuang, pepaya, kedondong, mentimun, belimbing, dan lain-lain. Buah-buahan ini dikupas kemudian dipotong kecil-kecil. Yang membedakannya dengan rujak biasa adalah pelengkapnya, yakni kaldu yang terbuat dari pindang ikan(kaldu ikan), gulah, dan cabai. Semua bahan pelengkap itu digiling sampai lembut, tapi tidak diberikan air lagi karena dicampur kuah pindang (kaldu ikan) sudah encer.
cara penyajian
Pertama-tama cabai, gulah dan garam diulek atau digiling hingga halus. Setelah halus, lalu kuah pindang dimasukkan. Kemudian kuah pindang diaduk agar bumbu yang telah diulek halus tercampur merata dengan kuah pindang. Lalu buah-buahan yang akan dicampur dipotong kecil-kecil. Penyelesaian terakhir adalah buah diaduk agar bumbu kuah pindang meresap. Biasanya rujak ini disajikan di mangkok atau piring.